Easy to get bleed

 Howdy good people..

 Just checking with my self today and guess what.. I still do the same so yeah dont expect too much bcs this is the same old me..

I just want to thow what I feel this far, the story of survive after I graduate. As you know I will tell all my the other side (sadness and darkness) pls dont judge me for first place..

Who I am today is creation of the past, I tried so hard to be someone who success in life otherwise in every aspect of life. I am so ambitious of being success.. I do have a standart, all the perfect expectation about future.. I do create what I want.. until.. I hit a huge hard rock.. the hard rock called failing..

I failed.. couple of times..

I do.. heal.. but I still bleeding..

Over the time, I just stuck and dont happy with my life.. in all aspect most of it.

I do hate my self because I lack of motivation and let other voice ruin me..

I get so easily to iritate, with a single words nor with an obvious harmful act..

And I dont have any courages to get up and change the situation.. I feel so numb and frustated.. sometimes I feel so crazy and yell at my self yet convinced my self that I am crazy.. 

I do call a therapist, telling what I've been thru and yes the result like what I expected before that I do have an issue.. an issue with other people.. I do get easily burn with something useless, Idk why.. sad, easy to get upset, mad, all this negative though always crossing in my mind.. I know its not unsual.. something wring with my self.. why.. 

My hubby told me that I have to be patient with my journey, to be successs its not an overnight thing.. we must fight, either to win or to learn to get there, the place that we dream of. I know yes I know that theory.. but in reality??

So hard to be okay, so hard to be kind all the time, and then I just find out that I am not good enough.. I still be the same person..

What is kind people, why we have to kind with someone who hurt us, who tear us apart? Someone who never to think twice to hurt us?

Why and why? I always questioning my self..

I read al quran and find out that we have to pass all of this challenge until we die.. Allah swt test our iman.. our believe.. and me? I  know I am not loyal all the time.. sometimes my iman up and down.. sometimes I do questioning the situation..

I am sorry.. I do apologize.. where is my iman and islam?





RESENSI BUKU ANTOLOGI RASA BY IKA NATASSA


hai good people

hari ini mau coba kegiatan baru yaitu resensi buku, karena gue lumayan suka baca buku dan sering juga nabung buat beli buku kebiasaan sejak kecil ini ternyata kebawa sampai sekarang. jadi dari pada sayang bukunya cuma gue baca buat diri sendiri akhirnya gue berfikir untuk bikin resensi buku. jadi inilah resensi pertama gue untuk buku karya ika natassa yaitu Antologi Rasa. Buku Antologi Rasa ini btw dibeliin sama mr. A for no reason mungkin karena pengen banyakin pahala aja kali ya atau biar pacarnya punya bahan bacaan di weekend kalo lagi gak diajak jalan-jalan. anyway thanks a lot mr. A 💖

buku Antologi Rasa yang gue punya yaitu buku cetakan kelima juli 2018 yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, yang unik dari cetakan kelima ini adalah buku ini plus dengan ilustrasi karya ika natassa itu sendiri lho, jadi pas baca engga bosen sama sekali bahkan lu bisa bayangin kejadian dan adegan mesra tokoh-tokoh yang ada di buku, buat gue ini buku sebagus itu hehe

Seperti karya Ika kebanyakan, bukunya selalu ditulis dengan billingual walaupun gak ketara lebih dominan bahasa inggris tapi cukup balance lah buat gue, untuk gue seorang yang bahasa inggrisnya ngoyo-ngoyo lumayan banget banyak kosakata baru yang bisa kita dapetin selama baca buku karya Ika ini. jadi banyak banget manfaatnya kalo beli buku novel karya Ika sih buat kalian mungkin yang mau belajar bahasa inggris tapi males ngapalin banyak kosakatanya, baca buku ika siap-siap sediain kamus juga jadi bertambah deh perbendaharaan bahasa lu mantap kan?

Gue menghabiskan buku dengan tebal 336 halaman kira-kira sampai 2 bulan lebih dikarenakan gue juga sambil baca buku yang lain, tapi tiap gue baca halaman demi halaman dari buku ini rasanya gak mau berhenti, imajinasi terkait adegan drama percintaan yang cukup kompleks di buku ini menjadi sisi yang menarik. 

Tokoh-tokoh yang diperkenalkan di buku ini yaitu Keara si cantik, yang sedari kecil sering kali berpindah dari satu negara ke negara lain dikarenakan pekerjaan orangtuanya, bekerja sebagai Banker dan  menjabat Assistant Vice Pesident salah satu grup di bank Border kira-kira letak kantornya di sekitaran SCBD Jakarta Selatan yang you-know-what-I-mean tempat berkumpulnya para pekerja yang tampilannya epic kaya run-way. Karena kehidupan di Jakarta sendiri udah sebuah tantangan apalagi bekerja disana ya kan? (I really know how it feels, sigh) dibuku ini juga disinggung kalau Key saapan akrab Keara hanya untuk memfasilitasi hobby barang mewahnya yang gak akan bisa di gain kalau jadi pengangguran, salah satu hobby mahal-nya selain beli tas branded juga snapping kehidupan sekitar dengan kamera yang merupakan pelarian Keara untuk terus keeping the good memories instead of selalu berhadapan dengan kegilaan selama di kantor. Oh iya seorang Keara juga dikenal pintar, pintar secara harfiahnya dan juga pintar menyembunyikan perasaan cinta kepada salah satu sahabat terbaiknya, Ruly.













skincare review 1.0

so hello guys, welcome back to my blog..

jadi ya 1 bulan terakhir ini gua lagi sesuka itu sama skincare dan gak tanggung-tanggung sist, menghabiskan hampir separuh gaji sebulan karyawan bank. but thank god those lil bit high end skincare really works on my skin.

sebelum ngebahas skincare apa yang gua beli, mau cerita banyak tentang history of my skin, tipe kulit gue itu acne prone combination (normal to oily terutama di T zone) dan gue punya genetic acne dari keluarga ayah gue.

gue inget banget jerawat itu muncul pas memasuki fase sekolah mengenah pertama aka SMP, jerawatnya itu bukan jerawat yang merah dan bernanah terus nyut-nyutan tapi lebih ke jerawat batu. jerawat yang ada whitehead-nya gak sakit tapi mengganggu penampilan karena bukan cuma 1 yang muncul tapi ini hampir seluruh wajah, jadi tesktur kulit gue bener-bener kaya jalanan berbatu yang keliatan dari jauh itu baik-baik aja tapi pas dilihat dari dekat ya Allah serem bgt.
terus ayah gue mulai concern karena gue ngeluh terus tentang wajah gue yang gak mulus dan akhirnya berjodohlah gue dengan dokter eddy, dengan dokter eddy itu sejujurnya blm pernah ketemu sekalipun. yha gimana toh gak pernah konsultasi dari pertama sama beliau, gue cuma pakai produk kecantikan dari dia yaitu acne creamnya yang gua pakai selama hampir 10 tahun lebih. iya 10 tahun gue pake acne cream dari dr eddy karena sengaruh itu buat ngilangin tekstur, ngempesin jerawat bahkan mencegah jerawat timbul plusnya lagi dia punya side effect mencerahkan kulit gue. gimana gak seneng coba harga acne creamnya juga affordable kira-kira harganya itu 35 ribu dan naik seiring waktu sampe seharga 60 ribu sampe terakhir gue pake itu tahun 2016 awal masih di harga 60 ribuan. terus gue berhenti pakai acne cream dari dokter eddy sekitar pertengahan 2016 setelah mencoba sana sini skincare yang ampuh ngilangin beruntusan dan jerawat soalnya entah kenapa cream dari dr eddy mulai gak ada powernya lagi untuk ngilangin imperfection wajah gue, hasilnya nihil. terus gue pikir-pikir mungkin juga udah kebal kali ya kulit wajah gue secara 10 tahun lebih gak pernah ganti acne cream dari dr eddy karena saking cocoknya.
wajar pada awalnya kelimpungan soalnya muka gue jadi kusam dan mucul jerawat kecil bahkan jerawat kaya bisul, tapi masih batas wajar sih gak yang meradangnya separah itu. sampai pada akhirnya gue gak pake produk skincare apa-apa, gue trauma pakai skincare apalagi waktu gue coba skincare itu langsung SK II yang harganya masya Allah menjual sebagian ginjal inih, hahaha anak kuliah yang makannya aja sop pak min nabung beli skincare mehong itu sesuatu. trial kitnya aja hampir sejuta sist. tapi hasilnya malah bikin wajah gue beruntusan plus munculin banyak jeriwit kecil dan besar seiring seringnya gue pakai FTE SK II. gue awalanya masih posthink sama skincare ini karena merknya bukan ecek-ecek dan banyak yang ngereview ini produk bagus banget di kulit orang indo, gue gak sebego itu spend much money for something unneccessary.
setelah banyaknya searching dan liat review orang, gue memantapkan diri untuk beli produk SK II yang harganya masya Allah terus gak cocok kan sedih.

sepengalaman dengan skincare, gue pun menyadari kalau skincare itu cocok-cocokan gak semua orang bisa cocok di satu produk yang reviewnya udah overrated terus banyak yang secinta itu sama produknya, contohnya adalah ya gue sendiri gak cocok sama SK II. entah bersyukur atau sediih ya soalnya wajah gue udah keburu jerawatan full semuka dan gue balik pakai cream dari dr eddy lagi pun gak ngilangin lagi jerawat dan bekasnya.
setelah itu gue lepas samsek sama apapun skincare, gue cuma pake facial wash dari acnes dan obat totol jerawat beli di apotek lupa merknya apa tapi gak ngaruh apa2 di wajah gue yang sensitif dan acne prone. sampai akhirnya gue give up dan mahal balik pakai facial foam doang dan rajin maskeran.

memasuki fase bikin skripsi dan ngejalanin role sebagai vice president di organisasi AIESEC in Unsoed bikin kondisi kulit gue makin menjadi-jadi ancyurnyya... selain itu pola hidup gue juga berubah gue udah gak jaga makan, gak pernah olahraga lagi dan jajan sembarangan.
wajah dan body gue ancur-ancuran overweight dan jerawatan, pas lulus pun gue gak pede pake kebaya dan di makeup, sedih padahal makeup gue udah sebagus itu cuma kalo canvasnya ancur ya gtu deh hasilnya gak maksimal. fase stress dan gak bagusnya gue me-manage stress terus berjalan seiring dengan harusnya gue mulai mencari kerja, udah seancur itu wajah dan body tapi tetep gak dirawat entah kenapa gue masa bodo banget gtu. (pede amat ya anaknya)

gue lebih suka hasil yang instant macam pakai makeup tutupin semua imperfection yang gue punya dengan fondie atau concealer terus kelar deh, tapi hal itu malah bikin kondisi kulit gue makin worst ditambah setelah dapet kerja di salah satu perbankan nasional gue makin stress dengan work-ethic dan work-environment yang kok gini yah.
itu gue kerja pun PP dari tangerang-sudirman pulang kerja udah keburu capek secara gue sampe rumah seringnya jam 12 malam hahaha gile gak tuh besok jam 6 udah mesti ready lagi.
semua bad habits itu gue jalanin kurang lebih 2 tahun terhitung 2017-2019 dan hasilnya kek gue sekarang deh, hahaha

setelah berkontemplasi dengan kehidupan kayanya gue salah deh dengan mindset bodo amat dan menyiksa diri sendiri ini, mestinya gue harus berterima kasih dengan tubuh gue karena dia sudah melewati banyak fase mengecewakan-gagal-dan sedihnya menghadapi quarter life crisis ini. kerja di kantor sekarang sih gue lebih capek ke fisik secara nasabah datang silih berganti dan karena bank tempat gue bekerja adalah salah satu bank terbaik negara ini versi forbes, ya gak heran nasabahnya kaya semut. kadang itu bikin adrenaline gue kepacu apalagi kalau pelayanan sendiri gak ada partner kerja. cuma ya gue kudu belajar lagi manage stress kalo engga sama aja nih gua gagal belajar dari kehidupan gue yang sebelumnya.

pulang kerja kadang jam 5 sore gue udah nangkring di kasur tapi begonya bukannya malah olahraga gue malah guling-gulingan sampe magrib menjelang-terus isya dan akhirnya hari berganti, selama 6 bulan gue adaptasi badan gue remuk banget gila ya gue selalu emang lebih cocok kerja itu pake otak bukan tenaga fisik kaya gini, cuma ya gimana kerja ditempat sekrang stress gue bisa dikatakan stabil banget, jarang banget tuh gue marah-marah atau bad mood.

terus entah ada angin apa gue melongo ngeliat diskon skincare korea di e-commerce, hampir 50% discount gileee worth to buy banget kan, hahaha otak gue kalo discount tuh kaya lagi haus-hausnya terus nemu oase, addicting, refreshing and soothing.
gue agak gelap mata ya setelah check out shopping bag tagihannya melampaui setengah gaji gue bulan itu, tapi I dont really mind karena ini discount sist. yaudah gue besok makan nasi-telor yha hueheheuehehe

setelah berjibaku dengan 1 produk ajah beb facial wash senka yang menolong gue dari jerawat maha dahsyat selama 1 tahun lebih, akhirnya dia punya temen. gue pun rajin liat vlog atau blog yang isinya skin care routine dan entah kenapa gue keranjingan 10 step korean skincare yang basically adalah layering dan hydrating. konsep yang ditawarkan sebenernya logic sih, karena kulit yang terhidrasi dengan baik itu kunci dari terhindarnya dari berbagai masalah kulit kaya acne, kusam bahkan tekstur. dan setelah gue mengaplikasikan itu bener aja sih kulit gue glowing macem glass skin percaya gak emak gue pun kaget dan muji terus biasanya gue selalu dibercandain terus muka gue dibilang kusam lah gosong lah inilah itulah, tapi setelah 2 minggu pakai produk korea itu emak gue kagum sama kulit gue yang mulai kembali kaya dulu lagi pas gue secocok itu pake cream dari dr eddy (putih glowing  mulus dan bebas jerawat)
terus apa aja sih yang gue beliiii, yaitu produk dari lanaige...

hahaha mainstream banget kan? sorry sist maklum baru engeh kalo produk ini sebagus ituuuu
1. booster dari rangkaian clear c (clear c advance effector EX supper berry extract)
wah gile sih ini produk mantul bats, dia teksturnya itu cair dan cepat banget menyerap dikulit karena mahal gue pakenya kaya 1 pump untuk seluruh wajah gue tapi tetep ngaruh loh, gue selalu pakai dengan kapas soalnya gue gak suka aja gtu kalo pake dengan cara dituang ditelapak tangan karena bakalan beleber kemana-mana saking tekstur produknya kaya air yang encer banget.
produk ini ngasih affter effect yang sedikit hydrating tapi gak lengket, terus udah keliatan hasilnya sejak 1 minggu pemakaian terutama mencerahkan jadi cocok banget buat wajah yang problemnya dullness sisanya gue gak liat dia bikin wajah gue firming atau lifting gtu ya sesuai dengan statement claim produknya yaitu mencerahkan dan ngeboost rangkaian skincare lainnya untuk bekerja maksimal. 
2. clear c mask

GLOW UP PROJECT

Howdy good people...

Jadi hari ini gua decide buat take a walk kira-kira startnya jam 5 pagi... buat take a breath and enjoy my self. Abis sahur di puasa ke 6 ini gua langsung grab kaos paling enak terus pake sepatu cortez dan pasang headset cus meluncur ke perumahan sebelah buat workout ringan..

Sebenernya lagi drop karna pilek dan radang tapi kaya bisa sih gak gua pikirin dan tetep aja aktivitas walaupu  tadi sahurnya pake astor doang langsung minum obat biar gak meler terus idungnya.

Dan tiba-tiba aja gtu berpikiran gimana kalo proses glow up ini di bikin story di blog dan dibuatin videonya juga jadi gua bisa inget tuh susah payahnya nurunin berat badan dan gak jadi binge eating lg.

So yeah ini fotonya pagi tadi..

HIDUP HARUS KUAT HARUS SEMANGAT

Jadi setelah pencarian jati diri walaupun belum sepenuhnya juga gua temukan dari sepanjang pengalaman pahit manisnya kehidupan ini. Gua mulai memahami bahwa keyakinan terhadap diri sendiri itu sangat amatlah penting.
So yeah kayanya gua mesti take back and melihat apa apa aja sih yang udah gua capai dan akan di capai kedepannya.

Dari dulu emang punya kebiasaan selalu nulis apa yang gua pengen raih dan make some list yang mau dilakuin di tiap2 tahunnya. Setelah badai dan angin topan perjalanan hidup di 2017 sampai 2019 kayanya  unplanned well deh. Ya emang gak gua tulis secara detail juga... jadi ya hidup kaya cuma ngejalanin hari-hari aja tanpa ada goals tertentu.. it wasted.
Walaupun kalo di throwback sih mimpi jangka pendek beberapa ada yang kecapai salah satunya selesaiin skripsi, selesain jabatan di organisasi aiesec dengan baik, lalu lulus dan cari kerja.

Lalu sampailah kisah perjalanan hidup yang sebenarnya dimulai.. pada awal november 2017 gua resmi lolos seleksi salah satu bank bumn dibilangan sudirman scbd jaksel sebagai pegawai termuda di grup strategic marketing and communication wailaaah mancap yee dengan usia 22 tahun loh itu😂 Yaa kawan sekalian, gua mulai bekerja di usia semuda itu dan sekarang gua nulis tulisan ini gak terasa itu sudah 2 tahun yang lalu dan bahkan gua sudah tidak bekerja di perusahaan itu lagi 😅 kira-kira gua bekerja disana selama 1 tahun 3 bulan..

Gua suka kerja disana sebenarnya, walaupun yaaa rumah gua di tangerang dan mesti PP tiap hari 💪😂 masuk kerja sih jam 8 tapi gua mesti berangkat dari rumah maksimal jam 6.15 atau gua bakalan telat sampe kantor. Perjalanan rata-rata 2.5 jam atau lebih kalo macet atau ada demo atau tiba-tiba aja nih mesin buswaynya berasap. Pernah gua ditransfer dari busway 1 ke busway lainnya di depan sarinah gara-gara ada percikan api di mesin belakang alhasil sampailah dikantor jam 8.30 dan malu banget sama orang-orang kantor. Untuk pulang kantor sih normalnya jam 5 tapi gua sering bgt overtime yang pertama gua selalu gak bisa tenang kalo ada kerjaan yg belum kelar, karna ya gua paling males aja dapet telpon malem dari tim produk yang minta desainnya diselesain besok hari padahal ya mereka request aja dijam pulang kantor. Hadeh. Kalo dah lemburan ya palingan pulang dr kantor jam 7 atau bahkan pernah jam 10 malem.. sampe rumah itu sekitar jam 11 atau jam 12 malem juga pernah dan rasanya tulang remuk semua.
Pernah gua juga 3 bulan overtime terus2an dan ngerasa lemes tiap hari sampe tiap pagi gua mesti beli americano supaya tetep sadar.

Gila juga sih sebegitunya ya lempar melempar kerjaan ini, paling enak punya rekan kantor yg tau diri emang. Cuti gak maen-maen ngelahirin selama 3 bulan ditambah cuti kecelakaan 3 bulan akhirnya gua ngerjaiin kerjaan dia selama 6 bulan full dan setelah dia masuk pun kerjaannya masih dikerjain sama gua. Padahal gajinya ya satu tetep segitu-segitu aja.
Ujian hidup emang...  punya rekan yang gak tau diri dan ngadepin bos yang masya Allah sikapnya bikin tertekan.

Well pada akhirnya gua survive dan mencoba peruntungan lainnya di BUMN lain.. alhamdulillah februari 2019 gua resign dan langsung kerja di hari seninnya.. gua inget bgt tuh pas ttd kontrak kerja gua lagi ultah yang ke 24 tahun!

Kehidupan gua dari usia 22 sampai sekarang ini penuh gejolak. Entah itu gejolaknya dari diri sendiri atau datangnya dari lingkungan. Kerja diperusahaan pertama di usia 22 tahun semuda itu dan ngalamin banyak hal disana. Terlebih pengalaman pertama kerja dan bidang pekerjaannya jaauuuuuuuhhh jauhh banget dari apa yang dipelajari di bangku kuliah 😂 pasti banyak yang pada bingung kok gua bisa lulus tes disana ya? Hahahaha

Ya bisalah gua gitu😂😂😂
Bekal cumlaude dan rentetan organisasi yang pernah gua ikutin selama kuliah sebenernya ada ngaruh dan gak ngaruhnya sih intinya bukan mata kuliah yang diperlukan. Bukan. Tapi endurance, visioner, dan tahan bantinglah dan juga mungkin value positif lainnya lah yang diperlukan untuk bisa survive di tempat kerja.

Kerja itu kita betemu dengan orang yang beda karakter. Bener2 beda. Gua gak pernah ketemu orang dengan karakter seperti itu sebelumnya dimanapun. Bahkan gua banyak ketemu orang dr organisasi dan acara nasional pun gak ada yang tipenya seperti yang gua temukan di kantor. Blm lagi pressure atasan dan banyaknya kerjaan yang dulu mesti dihandle terkadang itu yang bikin overwhelming.
Kadang gua bisa happy bgt, atau marah banget dan sedih banget di satu minggu. Gua masih inget awal2 kerja gua sering nangis bahkan sepanjang tahun gua kerja disana nangis itu dah kaya common habitsnya. Apalagi setiap kena tegur boss. Gua ini secara kontrak menjabat sebagai staff retail marcomm tetapi secara real lifenya gua bahkan dilimpahkan dan diserahkan jabatan sebagai asisten VP.
Tantangan makin berlipat ganda, kerjaan sendiri aja gak kelar2 disuruh rangkap Job Desk jadi asisten 😪😪

Dari pengalaman ditunjuk langsung sama bos jadi asistennya, gua bekerja dengan orang banyak gak semuanya ngenakin. Kebanyakan yang gak ngenakinnya ya saat gua jadi asistennya bos, semua kejadian pait dan yang tiap hari gua laluin macem deg-degan sendiri atau feeling yang gak enak tiap bos dateng dihati gua waduh apa lagi nih yang terjadi hari ini...
Dengan semua itu makin bikin gua gak betah kerja di sana.. padahal gua mencoba kasih yg terbaik yg gua bisa merangkap kerjaan orang lain sembari ngelayanin apa yang dia request. Selalu aja bos gua ngerasa gak cukup dan gak pernah menghargai.
Hahaha tapi kalo dipikir2 ya siapa gua juga ya minta reward dihargai sama si bos😅
bos ya bos mana mau.

Pengalaman jadi asisten dadakan alias cabutan selama 6 bulan gantiin si senior kampret ini, sejak itulah dunia gua kaya di terbalik 360 derajat.
Gua gak cuma megang kerjaan sendiri yang handle 2 grup besar yaitu consumer loans dan micro banking tapi gua juga harus ngurusin jadwal pribadi dan meetingnya bos gua.  Bahkan kaya tagihan2nya pun gua yang urus kalo ada urgent call ya mesti angkat. Akhir minggu pernah make sure kalo drivernya jemput dia di bandara atau tiap makan siang di reservasiin. Yha yha yha.

Malah silih berganti dan sampailah gua di satu moment dimana gua harus cari kerja baru lg karena udah ngerasa gak sehat berada ditempat itu, jg ditambah setiap hari gua harus ngehadepin kemacetan jakarta. Normalnya gua kerja berangkat paling lama jam 6.10 dan pulang dr kantor jam 5 sore tapi selalu sampe rumah itu direntang jam 7.30 - 8 malem. Artinya gua jarang liat matahari karena seringnya berangkat gelap pulang juga udah gelap. Btw, salut juga sama diri gua yang dulu yang mampu bertahan selama itu 😂😂 saya bangga sama kamu rim.

Akhirnya selama kerja dr bulan november 2018 gua mulai apply kerjaan baru bahkan gua juga tes CPNS yang kedua kali dan masih blm rezekinya untuk lolos. Diotak gua cuma ada satu kata resign, tapi ya blm dpt kerjaan bisa riskan karena gak ada back upnya. Lebih pusing bangun pagi nganggur dibanding diomelin bos kan?
Apalagi kalo nganggur kan gak punya duit susah nanti beli ini itu gak bisa.
Akhirnya bertahaaan bertahan sampe pas lolos di BRI gua cabut dah.

Liburan tahun lalu gua masih kerja di tempat lama, sekitar bulan desember 2018 gua ambil cuti 3 harian ke cirebon sayangnya tante gua lagi sakit dan waktu libur gua itu rutenya cuma kasur-ruangtamu-dapur-kamar mandi-sesekali ke mall atau pesen gofood😂 sama aja kan kaya dirumah sendiri hahaha. Tapi enak aja gitu suasana baru yang adem dan gak berisik. Gua selalu seneng sih di cirebon entahlah kaya berkesan aja disana.. banyak kenangannya, jaman liburan kuliah semester 2 gua ke cirebon pas zamannya masih kurus langsing😂 terus setelah gua yudisium dan audit aiesec kelar liburan gua juga ke cirebon. Pas jd penganguran setelah wisuda juga gua liburannya ke cirebon. Setelah dapet kerja gua pun maunya ke cirebon. Kenapa cirebon? Punya tumpangan!😂 ada tante gua disana jadi bisa makan gratis dan jalan2 gratis😋

Pada saat itu di sore hari pas di cirebon ujan cukup lebat banget tapi malah pengen duduk dibangku depan rumah sambil liatin air hujan dan bawa buku. Selama itu gua berpikir dan berefleksi terus tiba-tiba gua nangis sejadinya dan gua ketakuan banget buat masuk kantor dihari senin. Gua sesedih itu. Udah gak sehat banget nih ya mentalnya. Setelah di cari2 ya alasannya cuma karna gua males ketemu bos dan satu senior kampret yang gak tau diri itu.
Yailah kelingling amat yak masalahnya, tapi lebay bgt gtu pikiran gua.

Ada pikiran kalo ngejalanin kaya gini terus yang ada self value gua kegerus, dan gua kehilangan compassion. Gua jg cukup khawatir soalnya rekrutmen BRI blm ada juga hasilnya saat itu, udah hampir 2 bulan deh kayanya.. november 2018 apply terus di desember 2018 hasil tes pertama blm juga keluar. Itulah yang biki  resah dan gak mungkin jg gua bertahan lebih lama ditempat lama yang ada makin dilempar kerjaan lagi sama si bos.

Alhamdulillahnya sampailah pada bulan januari 2019 ada pengumuman ke tahapan selanjutanya untuk wawancara. Sampai tes kesehatan dan penguman kelolosan kira2 hampir mencapai 4 bulan lah rekrutmen BRI ini.

Gua pun resign dengan menguatkan diri bahwa semoga bisa melejit ditempat baru.

QUARTER LIFE CRISIS

oh hallo human...

its been a long time no see (classic opening right? ehehe)
so yeah here I am, after struggling with this whole new world for me. to make it short, after graduation a lot of pressure in my back and I feel it. they are so real... and I am facing any disturbing moment, unrealistic expectation also unstable emotion. let we say it as a quarter life crisis!!! 

after a very long journey being a job seeker, I ended up being banker and working in south jakarta. I ever think after I get done with find a job my life will be much much better than before but in real life is another problem come one by one. and the worst part is I am still thinking what I didn't have...
I am struggling since day 1. I am so proud be part of the banking system and taking a role as marketing and communication departement's staff. but behind the shadow I am suffering... every single day, I am not fully happy and almost losing my self there.
its not because the company but the environment.
I usually didnt feel fit in there... but I love my job! definitely.
I worked so hard to get there and worked so hard to stay. until one day, I realized this is not a healthy environment to grow and learn.
so I learn to let go... and find a new one.


CATATAN PERJALANAN SANG PEMIMPI




PART I
KEGALAUAN PASCA WISUDA

Jumat 22/09/2017
Pagi ini hari terasa seperti biasanya, cerah tak berawan serta berlalu tanpa ada yang berbeda dari hari sebelumnya. Entah kenapa waktu terasa berputar begitu cepat bahkan aku tidak menyadari kalau sudah hampir 5 bulan pasca wisuda menganggur tak memiliki pekerjaan. Kamu pun pergi lagi melintasi jalan berbaja menuju kota surabaya, mengurusi keperluan yang masih ada pasca wisuda september kemarin, euforia terasa kental di dalam setiap text chat kita berdua. Aku bahagia, kamu lulus tepat waktunya. Memberikanku banyak contoh sejati tentang yang namanya nilai hidup bernama “believe”.
Kebiasaanmu juga tak banyak berubah, sibuk seperti biasanya bahkan lupa memberi kabar. Kalaupun ingat, ya sekedarnya saja. Sulit bagiku memahami sifatmu yang satu itu karena semakin banyak ku mengoreksi semakin parah sepertinya. Jadi ku biarkan saja, lepas mengalir seperti hubungan ini. Pergi tanpa pamit jadi kebiasaanmu sekarang, tanpa kabar atau basa basi sebelumnya. Yang kutau, notifikasi email tautan akunmu muncul payment receive keberangkatan ke surabaya hari ini. Semalam atau hari kemarin pun kamu tak pernah membicarakan hal tersebut. Pikiran pun kemana-mana, apa mungkin aku sudah tak penting lagi jadi muara keluh kesah hidupmu? Ah, jangan dengerin setan bicara! Tegasku dalam hati. Mungkin memang kau terlalu pusing dan banyak pikiran sehingga lupa membicarakannya denganku, tak mengapalah.
Kalau ku teruskan pikiran ini akan banyak menerka-nerka hal-hal yang ku sendiri tidak tau pastinya. Bahkan saat ku memencet tombol blokir kontakmu pun karena kalutnya perasaanku. Setidaknya ku jelaskan bagaimana kehidupan setelah wisuda sangat membuat galau, pertama yaitu dimana keinginanku dan keinginan orangtua-ku berbeda. Aku ingin melanjutkan studi S-2 namun diarahkan untuk bekerja setelah lulus. Setelah pertarungan panjang akhirnya aku memutuskan untuk bekerja sekaligus menyelam mencari topik S-2ku nanti di lapangan pekerjaan. Proses panjang itu melalui banyak keraguan dan kebimbangan, konsultasi sana-sini pun akhirnya menjadi pertimbangan. Setelah memutuskan melanjutkan kerja, otomatis yang dilakukan adalah harus melamar kerja. Kesana kemari ku kejar banyak job fair. Daftar sana sini, kirim lamaran langsung, melalui email bahkan melalui pos ku lakukan. Tak terasa 2 bulan ku aktif mencari kerja, banyak wawancara, banyak psikotes ku lalui dan banyak juga gagalnya. Naik krl atau transjakarta di pagi buta menjadi keseharian bagiku dengan title “job seeker” jadi yang pertama datang ke tempat tes selalu aku. Tapi juga yang pertama gagal didalam tesnya. Ketawa lirih biasanya pulang dengan tangan kosong. Mata melihat sepanjang jalan terhimpit ratusan orang yang mencari nafkah untuk keluarga atau sekedar memenuhi gaya hidup hedonisme yang dianutnya. Perih.. gagal lagi..
Setidaknya ku mencoba mengambil hikmah dari capeknya kaki berdiri sepanjang stasiun tujuan atau halte tujuan, hatiku mengeras tak boleh cengeng, tak boleh banyak mengeluh. Hidup harus kuat, harus sukses. Hatiku kembali tenang, walupun belum sepenuhnya dikatakan tenang. Ada malam-malam dimana mataku kering tak bisa tidur, memikirkan masa depan dan ketakutanku akan beberapa hal yang cukup krusial. Pekerjaan, kematian, pasangan hidup, keluarga dan pendidikan adalah salah satu diantaranya. Jika ku mengulas tentang pasangan hidup, bahkan ku sempat berfikir untuk tidak menikah. Hahha cukup kaget kan? Bagi kebanyakan perempuan bahkan rela melepas cita-cita demi dapat berkeluarga dengan pasangannya. Namun aku, berbeda.

Pernikahan adalah hal yang sangat kompleks juga rumit, terkadang aku tidak mengerti essensial pernikahan selain melepaskan hasrat seksual dan melanjutkan keturunan. Alam bawah sadarku melepaskan banyak kenangan pahit dalam hidup, dicampakkan, tak dianggap dan ditinggalkan membuatku waspada. Banyak kisah juga yang mengernyitkan dahiku pada pasangan yang gagal dalam pernikahan dan mengorbankan masa depan anaknya sendiri. Hal ini mebuatku takut, juga berdampak pada gaya pacaranku sendiri.

Finally, SEMINAR HASIL!

ya Allah terima kasih atas semua kebaikan dan keberkahan yang engkau limpahkan sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi saya yang lwar biaza ini, masih ingat saat tahun lalu dibulan maret gue masih bingung karena belum dapat penelitian yang basisnya dibiayai dosen. jadi mau flash back sebentar nih haha..

awalnya gue emang udah punya penelitian biologi molekuler tapi yang biomedis ngurusin polimerfisme gen penyebab malaria dengan sampel darah asli masyarakat papua, tetapi setelah menjalani start penelitian eh gue pikir itu gratis ternyata engga. karena penelitian biologi molekuler terkenal butuh biaya besar pas gue itung-itung dan rinciin pun mesti ngelurin duit 5 juta-an itupun patungan sama anak S2 yang penelitian serupa dari kedokteran umum.

alhasil karena mikirin pengeluaran sebegitu besar, gue akhirnya keluar dari proyek tersebut dan mencari penelitian dosen lain. dalam kebimbangan yang luar biasa ditambah teman-teman udah pada seminar proposal sementara gue masih mencari penelitian bikin tidur jadi gak nyaman. akhirnya curhatlah  ke temen lab yang udah selesai penelitiannya dan mau seminar hasil namanya Arin.
si arin suggest gue untuk ke bu sunu karena beliau punya banyak penelitian buat sekolah S3nya. langsung deh gue cabut ke ruangannya dan minta ikut serta dalam proyeknya. 

dalam "KE-IDEALISME-AN" gue yang berada pada puncaknya itu gue cuma mau penelitian yang gue suka aja yaitu toksikologi lingkungan atau biologi molekuler cuma dua itu doang hmm sombongnya setengah mati ya kalo dipikir2 sekarang wkwkw. awalnya bu sunu nawarin gue penelitian produksi dan panen mikroalga karena gue gak minat dan sama kaya praktikum gue gak mau, langsunglah mulut ini melontarkan kata-kata "bu saya cuma mau yang biologi molekuler". anjayyy~~

bu sunu akhirnya ngasih tau dia ada penelitian biologi molekuler buat S3-nya, setau gue juga bu sunu gak pernah ke ranah biomol dan emang iya ini penelitian terbaru beliau. cuma dikasih tau mau penelitian apa udah begitu doang gue pulang dengan senang hati tanpa tau apa yang akan gue hadapi.
gue mulai cari jurnal, oh men kaga muncul2 jurnalnya gue kira google scholar gue yang eror ternyata oh ternyata emang penelitian itu gak ada dan baru ada. 

bu sunu gak pernah ngedrive gue mesti apa-apa atau gimana tapi justru itu yang bikin gua jadi bingung gua mau ngelakuin apa dengan sampel sargassum ini.
intinya gue udah disiapin bahan kit untuk penelitian bu sunu, gue tinggal jalanin aja penelitiannya beliau. terus gue masih gak punya judul. dan gak tau caker yang akan gue lakuin. oh men. parah banget sih itu.
gue diskusi sama bu sunu ujungnya juga beliau bilang, yaudah kamu mau lakuin apa. terserah aja.
aduh, serasa mau jedukin kepala ke tembok.
dalam kebingungan gue konsultasi sama anak-anak lab, anak-anak lab juga angkat tangan karena gak pernah megang real time PCR dan ekspresi gen (transkripsi) biasanya mereka ngurusin RAPD dan replikasi DNA jadinya gak ada saran buat gue. saat itu gue ngerasa marah sama diri sendiri yang terlalu songong. dan menyesali kenapa ini dosbim gue gak menyarankan apa-apa, gue dilempar sana-sini buat disuruh nanya caranya gimana, prosesnya gimana. 

akhirnya gue males-malesan karena gue gak tau mau apa dan gak tau caranya kaya apa. baca jurnal serasa asing buat gua karena ilmunya ilmu baru dan gak pernah gue dpetin di mata kuliah yang gue ambil selama ini. intinya ilmunya itu diatas ilmu yang gue punya. mencoba buat paham gak paham-paham. anjir deh, saat itu gue gumam dalem hati. "ternyata segini doang ilmu yang elu punya rim, katanya elu pinter, kok begini gak ngerti-ngerti?" 

gue bawa lah itu jurnal ke dosbim gue yang lain, dibahas cuma sebentar karena ibunya juga baru mendalami teknik yang gue pakai. anjir gak ada yang bisa nolongin gua. saat itu gue decide buat berusaha lebih kerasa karena kalo gue begini terus gue bisa jadi mahasiswa abadi di lab.
gue mulai konsepin penelitian gue, mulai dari judul sampe bahasannya.
gue cari jurnal ekspresi gen yang ada, gue baca semuanya bahkan gue cetak. jurnal gue aja ada kali 1 rim kertas yang gue cetak bolak-balik.

mau marah sama diri sendiri atau marah sama apa yang terjadi tapi, mau marah kaya gimana pun juga gak bakal bikin gue lulus. karena pada akhirnya, gua harus ngejalanin semuanya untuk nyelesain apa yang udah gua pilih walaupun itu sangat amat diluar dari kemampuan gua. nyatanya, gua berhasil. belum pernah ada yang coba penelitian gua sebelumnya, bener-bener terbilang baru dan gua sangat bangga sudah nyelesainnya dengan sangat baik diakhiri dengan nilai skripsi gua A yay! nilai pendadaran-pun sangat terbaik! gak pernah nyangka dapet nilai bagus kaya gitu, kalo dipikir-pikir mah ilmu gua cetek kaya got depan rumah haahaha. subhanallah, semuanya karena kehendak Allah. Allah yang bantu selama ini, memudahkan serta memberikan apa yang gua inginkan disaat gua udah kasih segala-galanya buat penelitian ini. terima kasih Allah..

semua ini semata-mata, bentuk ibadahku kepadamu..
inilah hasil jerih payah, masa-masa pahit selama kuliah ataupun organisasi yang gua jalanani semasa kuliah, mimpi-mimpi yang tidak terwujud maupun menjadi kenyataan, untuk semua sedih tawa kecewa dan kenangan manis semasa kuliah, untuk semua waktu yang gua korbankan, untuk mata yang sepet karena belajar terus dan jarang tidur, terbayar sudah... maha besar Allah...
aku bisa, karena kehendakmu. semua ini mukjizat.





Reflextion #2 - when you feel down and lazy with study remember this!

I felt in loveeee with cupcake aisyah. she is a youtuber from malaysia and inspire me a lot.
basicly she is like 17 yo common girl. but when I analyze her, she is really different tho.
she started her business in 12 years old selling squishy toys in instagram, when I read some article about it (her income was amazing). now, she launch her cosmetic products which are parfume (obsession) and hair mist. then, I want to know more about her and do check her instagram. I found some inspiring caption. so, I want to share in my blog just for reminds me to getting better each day and don't even think to quit in reaching dreams! let's go.........

(taken from cupcake aisyah instagram : https://www.instagram.com/cupcake_aisyah/?hl=en)

[PART 1]
A year from now,you will wish you had started TODAY.
You will wish you sat in front of the class and choose the right friends, keep your notes complete and look for external resources.I have been through that and a few months from now i will be graduating high school.I would like to share with you several things I've learnt and wish i had not done throughout my schooling life. I receive various questions on how to be motivated or why should I go to school or why should i even study for a test. Heres the thing, you guys do have your own goals, right? When you learn a new things everyday and maybe this new thing you learnt will get you GET CLOSER to your goals.You might not be there yet but you are closer than you were yesterday. Plus, if you have your final/mid year examination, study FROM now or study a month before because trying to cramp a whole terms syllabus within 24 hours doesn't help at all. I assure you that. I can count how many times i have done that and just right after the test, i would say “damn it, if only i had studied”. 

Do reflect on your goals and where do you wish to see yourself in a few years time.
Please take note that FRIENDS ARE TEMPORARY. They can come and go but your results dont. Dont be too absorbed with popularity because it will NEVER LAST. If youre in form 1/2/3, please focus because that is the foundation for your spm/igcse. In addition, if youre weak in a specific subject, for example maths, PRACTICE EVERYDAY. I used to be weak as hell in maths.I always failed and felt like i should give up and just fail for the rest of my school life. However,I didn't and I asked for help.I practiced two sets every week and now,im getting a high B/A. DO NOT GIVE UP because without pain,there is no gain. I cannot emphasise on the importance of FOCUSING ON YOURSELF and never letting people bring you down. There is no excuse to not succeed. If you feel lazy to go to school,give yourself one VALID reason for you to not go to school.Your high school life is your future.if you feel lonely or left out,reach out to a teacher.All your teachers love you and want the best for yourself. 

[PART 2]
Moreover, just revise daily, doesnt matter if its even just skimming your textbook. For example,i had an assignment to summarise my entire 300 page textbook in TWO DAYS.When i was halfway doing it,i wanted to quit but i told myself that I've worked too hard to quit now and it WILL be worth it at the end.
THE MINUTE YOU THINK OF GIVING UP,PLEASE THINK OF THE REASON WHY U HELD ON FOR SO LONG.
Being in pain,having to lose friends, being discourage, consumed by self doubts, these are inevitable feelings you will go through for success. Also, sit in front if you have short concentration span,the people sitting in front might not look ‘cool’ but TRUST ME, a few months before your exams, you will want to sit in front and mix with people who are enthusiastic about their studies. Besides that, if you're feeling overwhelmed, please take a 10-20 mins break from studying and watch a movie or spend time with friends or family. Last year, I was so excited to go to school because i wanted to meet my friend, Ain and she was my motivation to come to school till today. Imagine yourself, 5 years from now, getting accepted to a college or getting your spm/pt3 results, dont you want A’s on your slip? and when you work hard from now, in a few years time. Looking back at all your hardships and reflecting on it. Tell yrself that ‘ive made it’. 

Thank you ❤️ I hope the best for all of you💗💗