PENGELOLAAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR



TUGAS TERSTRUKTUR
JATI DIRI UNSOED


PENGELOLAAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM
PROSES BELAJAR MENGAJAR









Disusun oleh :


Rima Ramadhania                   B1J012106 
Lydia Amellia Muly                B1J012112
Widiasmara Pasha                   B1J012178
                                    Nilla Ambarwati N                 B1J010187









KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2013
                                                                                                           


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dunia pendidikan di tanah air pada saat ini hendaknya sudah mulai merubah paradigma berpikir terhadap pembelajaran yang dilakukan. Kita semua menyadari bahwa dari dulu proses pendidikan dan pembelajaran di Indonesia lebih berorientasi dan menekankan pada kemampuan intelektual (IQ) atau aspek kognisi saja. Kemampuan intelektual seolah-olah lebih menjawab persoalan pendidikan dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Pendidikan di Indonesia selama ini terlalu menekankan arti penting nilai akademik, kecerdasan otak atau IQ saja. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi jarang sekali ditemukan pendidikan tentang kecerdasan emosi yang mengajarkan tentang : integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental, kebijaksanaan, keadilan dsb.
Mungkin kita bisa melihat dari bentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia era 2000 yang perlu dipertanyakan, yang berbuntut pada krisis ekonomi yang berkepanjangan pada waktu itu. Meskipun mereka mempunyai pendidikan yang sangat tinggi dengan gelar di depan atau belakang namanya, mereka hanya mengandalkan logika saja. Rupa-rupanya ada satu hal yang terlupakan oleh kita semua adalah kecerdasan emosi atau Emotional Quotient (EQ) yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di sekolah yang terjadi selama ini EQ tidak pernah tersentuh. Orientasi pembelajaran pada siswa adalah kecerdasan intelektual, dimana hal ini saja tidak cukup bagi siswa untuk dapat berhasil dalam meniti kehidupan bagi keberhasilan masa depan mereka.
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antar guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada siswa yang sedang belajar seperti, penanaman kecerdasan emosional yang menunjang. Proses belajar-mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar. Dalam proses belajar-mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin intraksi yang saling menunjang.
Dalam memahami kecerdasan emosional, penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu kecerdasan dan apa itu emosi. Dengan mengetahui hal tersebut, maka akan memudahkan kita untuk memeroleh gambaran dan memahami hakikat kecerdasan emosional.
Menurut Spearman dan Jones, bahwa ada suatu konsepsi lama tentang kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia dengan gagasan abstrak yang universal, untuk dijadikan sumber tunggal pengetahuan sejati. Kekuatan demikian dalam bahasa Yunani disebut noun, sedangkan penggunaan kekuatan termasuk disebut noesis. Kedua istilah tersebut kemudian dalam bahasa Latin dikenal sebagai intellectus dan intelligentia. Selanjutnya, dalam bahasa Inggris masing-masing diterjemahkan sebagai intellect dan interlligence. Transisi bahasa tersebut, ternyata membawa perubahan makna yang mencolok Intelligence, yang dalam bahasa Indonesia kita disebut intelegensi (kecerdasan), semula berarti penggunaan kekuatan intelektual secara nyata, tetapi kemudian diartikan sebagai kekuatan lain.
Dalam perkembangan selanjutnya, pengertian intelegensi banyak mengalami perubahan, namun selalu mengandung pengertian bahwa intelegensi merupakan kekuatan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu.
Sedangkan berkaitan dengan hakekat emosi, Beck mengungkapkan pendapat James dan Lange yang menjelaskan bahwa Emotion is the perception of bodily changes wich occur in response to an event. Emosi adalah persepsi perubahan jasmaniah yang terjadi dalam memberi tanggapan (respons) terhadap suatu peristiwa. Definisi ini bermaksud menjelaskan bahwa pengalaman emosi merupakan persepsi dari reaksi terhadaP situasi.
Kata emosi secara sederhana bias didefinisikan sebagai menerapkan “gerakan” baik secara metafora maupun harfiah, untuk mengeluarkan perasaan. Emosi sejak lama dianggap memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga dalam bahasa latin, emosi dijelaskan sebagai motus anima yang artinya harfiahnya “Jiwa yang menggerakan kita”. Berlawanan dengan kebanyakan pemikiran konvensional, emosi bukan sesuatu yang bersifat positif atau negatif, tetapi emosi berlaku sebagai sumber energy autentisitas, dan semangat manusia yang paling kuat dan dapat menjadi sumber kebIjakan intuitif. Dengan kata lain, emosi tidak lagi dianggap sebagai penghambat dalam hidup kita, melainkan sebagai sumber kecerdasan, kepekaan, kedermawanan, bahkan kebijaksanaan.


1.2 Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari kecerdasan emosional?
2.      Apa pentingnya kecerdasan emosional dalam proses belajar mengajar?  
3.      Hal apa saja yang dapat membangun kecerdasan emosional?

1.3  Tujuan
Mahasiswa mampu mengaplikasikan kecerdasan emosional yang didapat dari proses
KBM,  sehingga dapat menunjang prestasi akademik maupun non akademik.


1.4   
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seperti kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berfikir; berempati dan berdoa.
Menurut Saphiro, istilah kecerdasan emosi pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh dua orang ahli, yaitu Peter Salovey dan John Mayer untuk menerangkan jenis-jenis kualitas emosi yang dianggap penting untuk mencapai keberhasilan. Jenis-jenis kualitas emosi yang dimaksud antara lain : 1). Empati 2). Mengungkapkan dan memahami perasaan 3). Mengendalikan amarah 4). Kemampuan kemandirian 5). Kemampuan menyesuaikan diri 6). Diskusi 7). Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi 8). Ketekunan 9). Kesetiakawanan 10). Keramahan dan 11). Sikap hormat.
Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, ketekunan, kemampuan untuk
memotivasi diri sendiri, mengenali perasaan orang lain (empati), membina hubungan (kerjasama) dan memandu pikiran serta tindakan ke arah yang positif. Oleh karena itu mengelola kecerdasan emosional dalam proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap peserta didik.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memahami, mengelola dan menerapkan emosi diri sendiri dan orang lain guna meningkatkan prestasi dibidang akademik, karir dan hubungan sosial. Dalam proses belajar, kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) saling berkaitan, melengkapi dan saling mendukung. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa
dukungan EQ yang cerdas. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar mahasiswa, dengan demikian rational intelligence dan emotional intelligence harus secara bersamaaan ditingkatkan.

2.2 Pentingnya Pengelolaan Kecerdasan Emosional dalam Proses KBM
           
Pembangunan kecerdasan emosional atau EQ dalam dunia pendidikan terutama di sekolah-sekolah tentunya bukan tanggung jawab masing-masing individu ataupun orang tuanya. Seorang guru pun harus mampu memiliki peran untuk membentuk karakter dan pribadi anak didiknya. Peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional baik tentunya sangat berpengaruh dalam hubungan interpersonal diantara mereka. Hubungan interpersonal yang sudah terbangun akan sangat bermanfaat untuk menanamkan kerja sama antara siswa dalam mengatasi persoalan yang diberikan oleh guru.
Pentingnya dari kecerdasan emosional atau EQ dalam proses belajar mengajar untuk memaksimalkan kualitas dari siswa tersebut dalam bidang akademik maupun non-akademik. Sehingga akan melahirkan orang-orang yang berprestasi, unggul, kreatif, dan mampu bersaing dengan perkembangan jaman. Emosi yang lepas kendali dapat membuat orang pandai menjadi bodoh. Tanpa kecerdasan emosi, orang tidak akan mampu menggunakan kemampuan kognitif mereka sesuai dengan potensi yang maksimal. Kemudian, Doug Lennic menegaskan “yang diperlukan untuk sukses dimulai dengan keterampilan intelektual, tetapi orang juga memerlukan kecakapan emosi untuk memanfaaatkan potensi bakat mereka secara penuh. Penyebab kita tidak mencapai potensi maksimum adalah ketedikterampilan emosi.”
Kecerdasan akademis praktis tidak menawarkan persiapan untuk menghadapi gejolak-atau kesempatan-yang ditimbulkan oleh kesulitan hidup. Sebaliknya, keterampilan emosional merupakan meta-ability, yang menentukan seberapa baik kita mampu menggunakan keterampilan manapun yang kita miliki, termasuk intelektual yang belum terasah. Kecerdasan emosional merupakan kecakapan utama, kemampuan yang secara mendalam mulai memengaruhi semua kemampuan lainnya, baik memperlancar maupun menghambat kemampuan itu.
Lebih lanjut, Goleman menjelaskan bahwa orang yang secara emosional cakap-yang mengetahui dan menangani perasaan mereka dengan baik yang mampu mebaca dan mengahadapi perasaan orang lain dengan efektif- memiliki keuntungan di setiap bidang kehidupan. Orang dengan keterampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagian dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka. Sementara, orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosionalnya akan mengalaami pertarungan batin yang merantas kemampuan mereka untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan dan memiliki pikiran yang jernih.
            Kecakapan emosi yang paling sering mengantar orang ke tingkat keberhasilan ini antara lain:
·         Inisiatif, semangat juang, dan kemampuan menyesuaikan diri;
·         Pengaruh, kemampuan memimpin dan kesadaran politis;
·         Empati, percaya diri dan kemampuan mengembangkan orang lain.

2.3 Hal-hal yang dapat Membangun Kecerdasan Emosional
           
Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.

Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.

Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.

Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.

Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati--adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.
Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.

Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.



Mengelola emosi orang lain
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.

Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.

Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.

Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1  Kesimpulan

Seorang guru pun harus mampu memiliki peran untuk membentuk karakter dan pribadi anak didiknya. Peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional baik tentunya sangat berpengaruh dalam hubungan interpersonal diantara mereka. Hubungan interpersonal yang sudah terbangun akan sangat bermanfaat untuk menanamkan kerja sama antara siswa dalam mengatasi persoalan yang diberikan oleh guru.
Kecerdasan emosional atau EQ dalam proses belajar mengajar dapat memaksimalkan kualitas dari siswa tersebut dalam bidang akademik maupun non-akademik. Sehingga akan melahirkan orang-orang yang berprestasi, unggul, kreatif, dan mampu bersaing dengan perkembangan jaman.
Kecerdasan emosional dapat dibangun dengan berbagai macam cara seperti: mengenali emosi diri, melepaskan emosi negatif, mengelola emosi diri sendiri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, mengelola emosi orang lain, memotivasi orang lain.

3.2  Saran

Untuk melahirkan siswa-siswa yang berkualitas tidak cukup dengan mengandalkan IQ (kecerdasan Intelektual), upaya untuk melengkapinya seorang peserta didik harus memupunyai kemampuan dalam mengendalikan EQ (kecerdasan emosional). Diharapkan dikemudian harinya akan tercipta individu-individu baru dengan kemampuan dalam bidang akademik dan non akademik. Dengan begitu dapat melahirkan peserta didik berkualitas yang akan mempunyai sikap dan moral yang baik, unggul dalam intelektual maupun keterampilan emosional.



DAFTAR PUSTAKA

Goleman Daniel, 1995, Emotional Intelligence, Kecerdasan Emosional, terjemahan T.        Hermaya, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hamzah Uno, 2002, Pengantar Psikologi Pembelajaran, Gorontalo: Nuruljannah
Kaphin dan Sadock, 1992, Emotional Quotient, New York: McGraw-Hill Companies Inc.
Linda Campbell, Bruce Campbell, dan Dee Dickinson, 2002,  Teaching and Learning        Through Multiple Intelligences, Multiple Intelligence: Metode Terbaru Melesatkan       Kecerdasan, Terjemahan Tim Inisiasi, Depok: Inisiasi.
Nana Sudjana, 1998, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Agen Sindo Offset.
Robert S. Feldam, 1992, Essential of Understanding Psychology, New York: McGraw-Hill           Companies Inc.
Robert C. Beck, 1990,  Motivations: Therioes and Principles, New Jersey: Prentice Hall
Robert K. Cooper dan Ayman Sawaf, 1998, Executive EQ: Emotional Intelligent in           Leadership and Organization, Executive EQ: Kecerdasan Emosional dalam             Kepemimpinan dan Organisasi, Terjemahan Alex Tri Kantjono W, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Sadirman A. M., 1986,  Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Radjawali.


Essay Maba Unsoed 2012



KONTRIBUSI MAHASISWA DALAM PERKEMBANGAN RISET DAN TEKNOLOGI

 oleh: RIMA RAMADHANIA

Sebelum membahas peran dan fungsi Mahasiswa, sebaiknya kita harus tahu dahulu pengertian mahasiswa itu sendiri. Karena Mahasiswa bukan sembarang pelajar dan bukan pelajar yang bisa disamaratakan saat seperti menuntut ilmu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Perbedaan sangat terlihat jelas, dimulai dari tempat dimana kita menuntut ilmu, kemultikulturan orang-orang didalamnya karena mereka bercampur dari berbagai daerah dan bergabung menjadi satu, dibawah naungan sebuah institusi. Bahkan, sampai mendapatkan berbagai pengetahuan teoritik maupun pengetahuan praktek yang menuntut seorang Mahasiswa untuk selalu berfikir secara kritis dan kreatif. Mahasiswa adalah seorang pelajar yang belajar disebuah institusi, Mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dalam perubahan ke arah yang lebih baik lagi bagi negara karena Mahasiswa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan saat kita belajar di bangku sekolah menengah, hal ini yang menjadikan Mahasiswa sebagai generasi terdepan yaitu, agent of change yang bisa membawa harapan untuk negara agar berkembang lebih baik lagi. Perkembangan sebuah negara bisa dilihat dari kemampuannya untuk menghasilkan atau menggunakan teknologi di berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, negara berfikir keras untuk menghasilkan generasi yang tak lagi awam dengan teknologi namun dapat memahaminya dengan baik bahkan dapat mengembangkan atau menciptakan sebuah teknologi. Disinilah, kontribusi Mahasiswa sangat diperlukan dengan kemampuan dan kreatifitasnya dalam berfikir kritis dan kemampuannya untuk bisa membaca keadaan sekitar, diharapkan mampu untuk melesatkan negara ini di berbagai aspek kehidupan misalnya dalam bidang penelitian dan teknologi. Dilihat dari kondisi Indonesia yang sangat stategis, dilalui oleh dua benua dan dua samudra menjadikan kekayaan alam di indonesia sangat melimpah dan ditambah lagi dengan sumber daya manusia yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Mahasiswa seharusnya dapat melihat kelebihan ini dan membaca masa depan negara Indonesia dengan hanya dua modal yang berpotensi besar melejitkan Indonesia sebagai negara yang dapat dijadikan pusat penelitian dan perkembangan teknologi di dunia. Banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai Mahasiswa untuk memaksimalkan kelebihan ini, seperti mengadakan penelitian-penelitian yang berkala dan intens serta berorientasi menghasilkan suatu produk yang bermanfaat positif bagi kemashlatan umat manusia. Berperan aktif dalam berbagai kegiatan, yang dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan rasa cinta tanah air agar peran Mahasiswa sebagai agent perubahan suatu negara yang harus mengenal kedaulatan negaranya sendiri dengan baik, tidak pernah lupa akan sejarah terbentuknya negaranya akibat kesadaran kaum berintelektual untuk mengarahkan negara ini ke gerbang pintu kemerdekaan. Serta, menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar dalam pemahaman ilmu, sehingga sangat memungkinkan untuk menghasilkan suatu hal yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Selalu belajar dan belajar dan tidak pernah merasa puas merupakan kunci sukses dalam sebuah penelitian, sehingga sangat diperlukan suatu wadah untuk mengasah dan menguji kemampuan antar Mahasiswa alangkah baiknya jika jiwa kompetisi para Mahasiswa ini di wujudkan dalam suatu event perlombaan penelitian dan kreasi teknologi yang diharapkan dapat mempertajam kemampuan yang dimiliki Mahasiswa serta menumbuhkan mental pejuang yang tidak takut akan tantangan, kuat tertanam dalam jiwa para Mahasiswa. Namun seperti yang kita ketahui, membangun sebuah negara yang terintegrasi dan selaras dengan perkembangan teknologi yang canggih dan berbagai penelitian yang menguntungkan bukan sesuatu yang mudah seperti hanya membalikkan telapak tangan. Untuk menciptakan kondisi tersebut, dibutuhkan kerjasama yang solid antara masyarakat dan para generasi muda dengan pemerintah dalam menghadapi keuntungan maupun kerugian yang nantinya pun akan berdampak besar bagi negara kita, Indonesia.

Essay Seleksi Bem Unsoed 2014



REVITALISASI PERAN DAN FUNGSI MAHASIWA
oleh : RIMA RAMADHANIA
Dalam kamus bahasa Indonesia, revitalisasi dalam bahasa memiliki arti proses, cara, dan perbuatan menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang terberdaya. Menghidupkan kembali berbagai program kegiatan apapun atau membangkitkan kembali vitalitas. Jadi, pengertian revitalisasi secara umum adalah usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu  menjadi penting dan perlu sekali. Revitalisasi dasar yang dapat dilakukan untuk suatu perubahan besar dalam sebuah lingkup kampus adalah bagaimana para mahasiswa di dalamnya dapat mengetahui peran dan fungsinya, tidak hanya sekedar kuliah lalu pulang ke kos-kosan bersikap acuh tak acuh terhadap  problematika lingkungan sekitar dan hanya berfokus pada tugas yang tidak ada habisnya serta nilai-nilai kuliah, kalau hal ini terus terjadi apa bedanya mahasiswa dengan budak pada jaman dahulu? Mereka tidak bebas dan merdeka, mereka hanya pusing mengerjakan tugas-tugas kuliah dan khawatir apabila nilainya terancam.
Selain kecenderungan mahasiswa yang bersikap apatis masalah lain yang menimpa mahasiswa saat ini adalah degradasi moral akibat arus globalisasi, moral yang tergerus menumpulkan spiritualitas dan ketakwaan juga melemahkan kesadaran mahasiswa akan peran dan fungsinya. Peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change, iron stock dan social of control perlu dilakukan revitalisasi sebagai solusi. Agent of change atau agen perubahan, mahasiswa dengan berbagai ide pemikiran serta inovasi-inovasi yang ditunjang dengan kemampuan akademis diharapkan dapat berperan lebih nyata terhadap perubahan dalam berbagai aspek kearah yang lebih baik. Mahasiswa sekarang harus lebih hebat dari mahasiwa jaman dahulu dengan idealisme, jiwa sosial yang tinggi dan belum terintervensi oleh pihak manapun dapat  membawa perubahan besar bagi peradaban negara indonesia menuju revolusi, meruntuhkan pemerintahan orde baru yang dinilai menyengsarakan rakyat dan bangsa indonesia. Mahasiswa sebagai Social of control harus mengenal bangsanya dengan baik sehingga wawasan kebangsaan yang dimilikinya mampu meningkatkan kepekaan terhadap problematika bangsa, megontrol dan mengkritisi kebijakan serta berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah, sehingga kebijakan yang dibuat tidak terintervensi oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan kepentingan pribadi atau golongan tertentu tetapi lebih untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Selain itu mahasiswa sebagai iron stock harus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang mampu membawa bangsa indonesia mencapai tujuan dan cita-citanya yang tercantum dalam UUD 1945 alenia ke-4.
Peran dan fungsi mahasiswa yang telah dijabarkan diatas haruslah dilakukan revitalisasi agar mahasiswa tidak hanya sekedar mahasiswa dengan nilai akademik, tugas kuliah yang menumpuk serta sikap apatis dan materialistis yang nanti menjadikannya generasi kerontang melainkan mahasiswa dengan segala idealismenya, kepedulian sosial yang tinggi dan memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai generasi yang memobilisasi bangsa indonesia ini mencapai tujuan dan cita-citanya.
Hidup mahasiswa!


SUCH A BLESS

haloooo pepss!! how are you? its been like a century we dont meet, so it'll be a long post I ever done hahaha *lebay mode on*
subhanallah ya Allah emang bener kata orang kalo udah rezeki engga kemana-mana, sekarang beneran ngerasa kaya kejatuhan durian runtuh! kiasannya lebay bet -_- beneran ya, ini mulai serius obrolannya.
jadi ceritanya semester 4 yang hectic itu udah berhasil gue lalui, hati yang dag dig dug pas pengumuman nilai yang gak serempak keluarnya alhasil jadinya ngecek SIA berkali-kali (bukan gue yang ngecek sih tapi minta tolong si A) malu pun ditelan bulat-bulat karna mesti pasang muka tembok buat minta tolong bolak-balik ngebuka SIA ke si A yang wifi rumahnya dipegang adeknya sendiri. gue mesti sabar nunggu adeknya pulang sekolah baru akhirnya si A bisa akses sia, alhamdulillah masih ada orang yang baik yang mau nolong gue :) thank you so much ya A, adiknya A sama Damar yang udah nolongin gue :*
pas tau nilai terakhir yang keluar itu fisiologi tumbuhan hati udah mulai pasrah, tapi berusaha untuk tetep optimis menimbang gue suka banget sama dosennya makanya kalo gue dapet nilai jelek udah dipastiin gue bakal kecewa berat selain karena udah belaajar juga sih. gue jadi inget banget kata-katanya si bapak Sugiyono pas disesi pemberian materi kuliah bilang begini "kalo nilai ujian kalian jelek, berarti bapak gagal jadi seorang dosen" yaampun, salah apa bapak sugi sampe ngerasa gagal gitu padahal kan kelalaian ada di tangan para mahasiswanya :( berujung gak mau ngecewain bapak sugi karena dia dosen paling oke banget saat nyampein materi kuliah, dosen paling ampuh buat ngebakar motivasi terus juga pak sugi sering membantu meluruskan yang bengkok eh maksudnya ngarahin kita lagi supaya inget sama tujuan kita ada dibangku kuliah mau jadi apa gitu gedenya (read:cita-cita) makanya gue berupaya belajar yang maksimal alhamdulillah nilai fistum II ditutup dengan huruf A (Alhamdulillah) *ketok palu*
pas nilai keluar semua, muncullah IP kepermukaan. Pas ngebaca IP semester 4 ini aseli terjun payung dibanding semester 3 yang lalu :''''( ya Allah parah banget, akibat IP menurun gue koreksi diri apa yang salah dan itu karena konflik kecil pertemanan yang berujung menurunkan hasrat gue buat kerja keras. cuma masalah sekecil itu gue malah terperosok jauh. hmmph, parah banget :"( forget it lah. sekarang waktunya buat bangkit!!!
selama puasa waktu bersama keluarga beneran mahal banget harganya makanya harus dimanfaatin bener-bener, secara gue pulang ke tangerang jarang banget di tambah aktivitas kampus yang lumayan padat (emang iya?) mengharuskan gue lebih sering menatap di depan desktop notebook yang wallpapernya umi sama ayah sambil ngerjain laporan praktikum atau kalau gue punya banyak waktu senggang biasanya telponan sama umi. ya Allah, puasa-lebaran- sampe libur lebaran kemarin syukur Alhamdulillah bisa kumpul se-keluarga besar dan masih lengkap semuanya, sampai tante yang merantau di tanah jawa pun balik dan kumpul bareng keluarga. subhanallah indahnya...
libur lebaran pun gak bisa lama-lama di tangerang karena gue ada tanggung jawab kepanitiaan Soedirman Student Summit 2014 alias panita ospek maba 2014. ini kepanitiaan universitas, yang diselenggarakan oleh BEM UNSOED kabinet Sahabat Inspiratif berhubung gue excited banget karena ini kepanitiaan pertama ospek bagi gue jadinya harga yang harus dibayar adalah memperpendek waktu temu-kangen keluarga. nyokap sama para alay sih marah-marah karena gue ikutan panitia ospek alesan mereka pengen lebih lama sama gue (makin sedih kalo liat mukanya mereka) berhubung pengalaman adalah guru yang baik dan gak bakalan bisa dibeli, walaupun susah buat ngelepas waktu buat bersama keluarga sama sahabat tapi itu mungkin yang disebut pengorbanan :'')
A selama libur singkat sering banget ngajak jalan, sebelumnya A nemenin gue UAS di purwokerto karena ITS sudah libur duluan jadinya waktu libur dia dipake buat jenguk gue disini hehehe asiknya ditemenin A selama bulan puasa waaupun jarang ketemu karena gue ngelahap materi dan betapa di kamar sama tumpukan slide dia tetep gak ngeluh dan gak marah. selama liburan di tangerang setelah A pulang mudik dari tulungagung kita pergi ke museum fatahillah kota tua, keliling mall, nongkrong di tempat minum tea-buble favoritnya kita, atau sekedar aktivitas ngasih masakan nasi goreng buatan gue ke A. A suka banget nasi goreng buatan guee :') selain jalan-jalan bareng si A gue juga ada acara hajatan jalan bareng para alay kesayangan, gak nanggung langsung ke Pantai Indah Kapuk. disana makan cantik ala-ala syahrini, terus ke tempat konservasi mangrove soalnya gue juga sekalian pengen liat mangrove kaya apa hahaha berhubung gue mau ambil mata kuliah ekologi mangrove juga sih, pas di TKP tenyata oh tenyata hutan mangrove itu indah banget euy! ijo semua, yaiyalah. banyak makhluk hidup yang berhabitat di sana kaya burung, ikan-ikan, crustace, bahkan nyamuk. sayangnya, pengunjung masih banyak yang suka buang sampah di sembarang tempat jadinya kurang indah kalo secara keseluruhan sih oke bangaayyyy lah tempatnya. ada rest area-cafe-kandang kelinci gitu-dan banyak lagi termasuk rumah-rumah adat buat di jadiin camp! bisa tidur gak ya banyak nyamuk begitu -____- oh iya kalo kesini jangan lupa bawa at least handphone berkamera karena di setiap sudut orang pasti pada selfie semua, biar gak keliatan norak nya ikutan aja wkwk.
 inilah rekam jejak liburan kemarin...

 Menganti Beach di semester 3 kemarin *throw back*

 Stasiun Kota Jakarta (Beos) Jakarta-Purwokerto, A nemenin UAS semester 4  :')

Jalan-jalan meen ke Kota Tua Jakarta

Hangout bareng para Alay kesayangan




Museum Fatahillah Jakarta

 
Photo box di origaMii SMS

 Adik-adik kesayangan Selfie bareng

 Nuansa Idul Fitri 2014, selfie sama Umi :)

 Technical Meeting bareng para pendamping, panitia serta anak BEM Unsoed
 kabinet Sahabat Inspiratif di Gor SoeSo

 S3 Crew as PDD
Gladi Bersih Rapat Senat Terbuka 2014 di Graha Widyatama

 iya, itu semua adalah sebagian foto sebagai saksi bisu hahaha masih banyak lagi sebenernya tapi berhubung biar cepet yang penting-penting aja. selama di kepanitian S3 gue sangat menikmati menjadi crew spesialis PDD, seneng banget gue walaupun kemampuan corel gue cetek tapi masih banyak alternatif lain hahaha disini, gue makin merasa deket banget sama panitia khususnya kaya terjalin banget tuh kompak banget! di akhir acara seru bercampur haru ternyata para maba 2014 berdiri standing applause buat para panitia-pendamping-sama pengurus bem karena acara ngena banget di hati! aaaaww thank you banget buat para maba yaa, semoga apa yang di dapat selama ospek univ bisa diimplementasiin ya dikehidupan perkampusan. kalian dapet nilai lebih lho, dulu di jaman gue jadi maba pas ospek univ pengisi acaranya malah bukan pembangkit motivasi buat terus berkarya, buat belajar giat dan ikut organisasi buat najemin nilai sosial. tapi di ospek 2014 dapet banget semuanya, pengisi acara ngegembleng mental dan najemin cita-cita kalian supaya lebih jelas lagi bahakan dikasih tips sama trik-triknya waduuuh mantap! selain itu kalian juga disuruh buat pkm untuk ngelatih kalian supaya peka terhadap isue-isue sosial, lingkungan, budaya dll. selain gerakan 1000 PKM merupakan proker dari kementerian ristek Bem Unsoed tapi diharapkan Unsoed bisa harum namanya karena banyak dari mahasiswanya nyumbang ide kreatif untuk menyeselesaikan permasalahan negeri tercinta kita Indonesia di ranah nasional seperti PIMNAS. semoga juga kontingen dari Unsoed yang dikirim dari tahun ke tahun semakin banyak dan bisa menang! aamiin aamiin
Buatan tangan crew PDD tapi rusak sebelum di publish ke para MaBa :(

setelah selesai acara kepanitiaan ospek univ, gue nganggur paling cuma rapat oprec UKM di fakultas. setelah rapat, A nemenin pulang ke kosan tapi masih pengen ngobrol akhirnya duduk santai di teras kosan. pas lagi seru-serunya ngobrol eh bunyi sms yang isinya gue telah LOLOS SELEKSI tahap 1 XL Future Leader subhanallah, rezeki di siang bolong adem banget rasanya pas ngebaca sms itu. gue kaget banget sampe gue bales tuh smsnya -_-  
bermodal nekat sama yakin doang, eh beneran gue lolos subhanallah. Alhamdulillah ya Allah. dari sini gue makin yakin, gue makin bertekad supaya bisa jalanin fungsi dan peran mahasiwa yang selama ini mulai banyak di lupain para mahasiswa Indonesia. next ada seleksi lanjutan di semarang. Doain gue ya temen-temen. aamiin! gue bakalan nge share apa yang udah gue dapet selama dapet pelatihan XL, banyak temen yang udah pada nitip pesan buat ngajarin mereka apa yang udah gue dapet dari XL ini. doain aja ya supaya gue lancar, dan lolos sampai seleksi tahap akhir. pas pengumuman ada nama gue lagi jadi the winner dari 150 orang yang keterima diprogram ini aamiin. wish me luck guys!